Skip to main content

Public Relations – Imogen PR 

Manusia selalu membuat keputusan. Sebagian besar keputusan ini bersifat naluriah, terkadang si pembuat keputusan tidak menyadarinya. Keputusan pun terkadang tidak berdampak terhadap sesuatu yang besar, tetapi ada satu keputusan sadar yang dapat membawa perubahan positif dalam hidup kita. Entah itu karir impian, gaya hidup lebih sehat, hubungan yang bahagia. Kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Ini adalah hasil dari banyak keputusan yang disengaja. 

 

Deciding to see opportunities can change your life.

 

Disituasi manapun Anda berada pasti ada peluang. Baik peluang yang baik maupun yang buruk. Ketika Anda fokus pada peluang yang ada, Anda menjadi optimis dan berorientasi pada solusi. Anda kemudian dapat mengambil tindakan yang memungkinkan Anda untuk tumbuh, belajar hal-hal baru, dan mengarahkan hidup Anda ke arah yang positif. Ketika Anda berfokus pada rintangan, Anda akan merasa terjebak dan menyesal untuk diri sendiri. Anda bahkan mungkin menyalahkan orang lain atau membuat alasan untuk keadaan Anda.

 

Fortune-telling blinds us to opportunities.

 

Ketika Anda akan melakukan sesuatu, Anda akan langsung memprediksi dampaknya dan respon lawan bicara Anda. Kita sering meyakinkan diri sendiri bahwa kita tahu apa yang akan terjadi, dan kemudian kami membuat keputusan berdasarkan prediksi tersebut. Padahal belum tentu prediksi itu benar dan berdasar. 

 

Ketika kita meramalkan apa yang akan terjadi biasanya tidak diiringi dengan fakta pendukung. Pola negatif inilah yang dapat menutup sebuah peluang. Contoh yang sering kita temui adalah ketika lelaki ingin mendekati perempuan yang ia kagumi. AKhirnya, ia memutuskan tidak jadi mendekatinya karena beramsumi perempuan tersebut tidak akan tertarik dan tidak mau berkencan dengannya. Biasanya orang yang suka berasumsi takut akan kekecewaan dan penolakan. 

 

Maka dari itu, untuk menghindari hal seperti itu, perlu adanya pengumpulan fakta-fakta dari sebuah situasi. Dari pengumpulan data-data ini, Anda dapat membuat keputusan terdidik yang didasarkan pada kenyataan, bukan pada skenario terburuk yang telah Anda prediksi. Jika Anda tidak menemukan fakta-faktanya, Anda bisa meminta pendapat terhadap orang sekitar Anda untuk mempertimbangkan dan menebak apa yang akan dilakukan selanjutnya. Pendekatan ini memungkinkan Anda membuat keputusan terdidik. 

 

To stop overgeneralizing, practice objective thinking.

 

Pernahkan Anda membuat kesimpulan setelah adanya sebuah insiden kecil? Ini disebut generalisasi berlebihan. Ketika Anda terlalu menggeneralisasi, Anda mengizinkan satu peristiwa, pengalaman, atau bahkan ide yang sudah terbentuk sebelumnya dapat membentuk bagaimana Anda melihat diri sendiri dan dunia di sekitar Anda. Hal ini akan sangat membatasi Anda melihat sebuah peluang. 

 

Inilah salah satu generalisasi berlebihan yang berbahaya. Obat dari adanya generalisasi berlebihan adalah Anda harus objective. Itu berarti Anda tidak boleh membuat keputusan berdasarkan satu insiden. Dan alih-alih mengandalkan stereotipe atau asumsi, lakukan upaya untuk belajar tentang orang-orang sebelum Anda menilai mereka. Ketika Anda melakukan ini, Anda akan berkembang lebih luas dan

perspektif, menciptakan gerbang menuju peluang baru.

 

A rigid mindset hurts us, while a relaxed one makes us adaptable.

 

​​Untuk melawan kekakuan, kita membutuhkan kekuatan positif untuk relaksasi. Ada banyak cara untuk mencapai lebih banyak keadaan santai. Seperti bicara dengan orang-orang di hidup Anda yang memiliki pola pikir santai atau bisa dengan yoga, meditasi. Ketika Anda santai, keputusan yang diambil akan lebih baik dibandingkan berada di situasi panik dan cemas. 

 

Referensi:

Bayer, M. (2020). One Decision: The First Step to a Better Life. United States: Penguin Publishing Group.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Head of Imogen is here to answer your questions.
👋 Hi, how can I help?