Government Relations

Praktisi PR Wajib Paham, 6 Do’s and Don’ts dalam Melaksanakan Government Relations

Government Relations – Imogen PR. Profesi government relations terkadang banyak mengintimidasi banyak orang yang ingin menggelutinya. Alasannya tentu saja lantaran profesi ini berhubungan langsung dengan pemangku kebijakan alias pemerintah, salah-salah nanti bukannya berhasil menjalin relasi baik malan memberikan preseden buruk hanya karena salah dalam melakukan pendekatan. Padahal saat ini profesi ini cukup vital dan dibutuhkan dalam dunia komunikasi, industri apapun itu pastinya butuh bantuan seorang government relations yang dapat menjadi representatif perusahaan untuk menjalin kerjasama dengan pemerintahan atau instansi terkait.

Meskipun terdengar menegangkan dan penuh dengan intrik, namun bukan berarti profesi ini sulit atau bahkan tidak mungkin dikuasai. Sebagai referensi langkah awal untuk menjadi menjadi government relations yang cakap dalam menjalankan profesinya. Maka Imogen PR membagikan 6 do’s and don’ts dalam menjalankan government relations, semoga setelah membaca artikel ini maka kamu akan semakin mengukuhkan diri menjalan profesi penting dalam ilmu komunikasi ini.

Baca juga: 5 Cara Sederhana Dan Mudah Untuk Jadi Public Affairs Consultant Ulung

Catat! Ini Do’s Bagi Seorang Government Relations

Government RelationsPelajari dan Pahami Peraturan Tiap Instansi

Menjalin hubungan baik dengan pemerintah membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan intrapersonal dan interpersonal, namun juga pengetahuan yang cukup tentang regulasi dan peraturan di tiap instansi mengingat tiap instansi di tiap daerah memiliki peraturan yang beda dan tentunya perlakuan berbeda. Jangan sampai ada protokol yang terlanggar, dan juga jangan sampai ada kode etik yang terabaikan. Gunakan semua sumber informasi dalam mempelajari hal tersebut. Bila masih ada satu hal yang sulit untuk dimengerti maka pilihan terbaik adalah mengikuti workshop atau sharing tentang government relations. Imogen Communications Institute menyelenggarakan. 

Presentasikan Diri Dengan Baik

Penampilan adalah kunci untuk membangun personal branding, terutama ketika berhadapan dengan pemerintah. Bagaimana cara merepresentasikan diri merupakan hal paling penting karena tidak ada satupun stakeholder di pemerintahan punya waktu untuk berhadapan dengan orang yang tidak jelas juntrungannya. Jangan sekali-kali membuang-buang waktu mereka. Perkenalkan diri dengan singkat dan tunjukan siapa diri dan tujuan, buat mereka mengerti hanya dalam satu dan dua menit. Setelah itu (ketika kamu dapat mempresentasikan diri dan tujuan dengan jelas dan menyakinkan) maka ketertarikan serta kepercayaan akan muncul. Relasi yang kuat akan mulai terbentuk mulai dari sana.

Jangan sekali-kali gugup ketika berhadapan dengan kalangan instansi pemerintahan, berpeganglah kepada diri kamu sendiri dan semua akan berjalan lancar. Kalaupun ada satu atau dua kesalahan maka dengan latihan terus menerus maka semua dapat diatasi dengan baik di kesempatan lain.

Government RelationsTetaplah Fokus

Ketika melakukan tugas government relations pastikan kamu tetap fokus pada satu atau dua topik saja, terutama bila melakukan presentasi akan sebuah rencana atau kerjasama. Jangan sampai melebar kemana-mana karena pada akhirnya hasilnya tidak akan maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan. Kuasai kemampuan untuk menggiring diskusi ke arah tertentu untuk mencapai kesepakatan atau kerjasama yang diinginkan. Mengapa demikian? Banyak stakeholder di kalangan pemerintahan berasal dari generasi baby boomer, mereka dapat tenggelam dalam obrolan tak terarah selama berjam-jam. Jadi pastikan kamu tetap fokus pada topik.

Baca juga: Strategi Public Relations 101; Mendalami Pengelolaan Strategi Public Relations Bersama Praktisi Imogen PR

Setelah Do’s, Catat Juga Dont’s berikut ini

Praktisi PRJangan Pernah Datang Seenaknya

Ini merupakan don’ts paling dasar bagi seorang government relations, terutama bagi mereka-mereka yang masih muda dan naif. Jangan berpikir bahwa stakeholder di pemerintahan layaknya seperti rekan kerja yang dapat didatangi kapan saja, ini merupakan anggapan yang salah besar. Selalu lakukan perjanjian sebelum mendatangi kantor instansi pemerintahan, bila tidak jangan harap mereka akan menyambut itikad baik melalui kerjasama yang ditawarkan. Lagi pula dalam satu hari mereka bisa bertemu dengan puluhan orang dengan keperluan yang berbeda-beda, maka dari itu jangan terlalu percaya diri.

Namun jangan takut, setiap orang punya masanya sendiri-sendiri. Datanglah sesuai dengan jadwal perjanjian yang sudah dibuat beberapa hari sebelumnya, dengan begini mereka akan mendedikasikan seluruh waktu untuk Anda.

Jangan Sok Pintar

Menggunakan jargon modern ketika bertemu dengan orang-orang penting di pemerintahan mungkin kelihatannya keren sebab kamu dapat menunjukkan semua pengetahuan luas dalam bidang tersebut. Namun untuk menjalin komunikasi dan hubungan baik diperlukan sebuah cara berpikir yang setara, artinya mereka harus dapat mengerti apa yang kamu paparkan sehingga maksud dan tujuannya jelas. Untuk ini maka hindari jargon-jargon modern atau profesi yang tidak mereka pahami.

Sebagai gantinya jelaskan semua hal dengan bahasa yang sesederhana mungkin agar dapat dimengerti dengan cepat. Terlihat keren bukanlah tugas dari seorang government relations, tapi kerjasama dan relasi yang baik lah yang jadi tujuan utama.

Praktisi PR Jangan Sok Kritis

Kamu hadir di tengah-tengah stakeholder bukan sebagai demonstran atau para social justice warrior di media sosial, jadi jangan sekali-kali membahas pekerjaan pemerintah yang gagal atau tidak dilakukan. Ini akan menjadi preseden buruk di mata stakeholder, dan red flag untuk instansi lainnya. Jika sudah begitu maka jalan untuk menembus instansi lain aja tertutup rapat, dan semuanya sia-sia. 

Baca juga: PROI Asean Sepakat Berkolaborasi Strategis Kembangkan Bisnis Baru Di Industri Komunikasi Era 4.0

WordPress Video Lightbox
WeCreativez WhatsApp Support
Our Managing Director is here to answer your questions about how we can support you!
👋 Hi, how can I help?