Konsultan PR

Konsultan PR Harus Menguasai 4 Keahlian Ini Agar Tidak Jadi Konsultan PR yang Cengeng

Konsultan PR – Imogen PR. Seorang Konsultan PR mengembang tanggung jawab besar, mereka harus mengemas cerita dan menghadirkannya ke publik. Cukup sederhana namun tak semudah kelihatannya sebab sepanjang perjalanan ada banyak tantangan dilewati dan pihak-pihak yang dirangkul (terutama para awak media) agar publik dapat menerima cerita tersebut. Cerita yang dibawa pun bukan sembarang cerita, melainkan cerita yang membawa misi bagi klien atau brand. Cerita tersebut harus dibuat sedemikian rupa hingga dapat menyampaikan pesan dari perusahaan atau brand ke publik.

Selain pesan, cerita yang biasanya dibuat oleh seorang Konsultan PR harus memiliki nilai informasi tentang produk atau jasa yang dikeluarkan brand. Dan ini harus dikemas semenarik mungkin agar cerita tersebut memiliki kedekatan dengan publik, tidak terkesan menggurui atau hanya jualan belaka. Sulit bukan menjadi seorang Konsultan PR? Maka dari itu terus belajar keahlian baru merupakan salah hal wajib yang harus dilakukan, jika tidak jangan harap dapat melewati tantangan yang ada.

Mengingat seorang Konsultan PR harus menguasai banyak keahlian, maka Imogen PR tidak akan bosan menggali keahlian apa saja yang harus dimiliki seorang Konsultan PR. Tujuannya tentu saja untuk memberikan edukasi atau bahan diskusi yang pada akhirnya diharapkan dapat memajukan profesi.

Baca juga: Konsultan Humas Jakarta Banyak Diminati Sebagai Tempat Magang, Ini 4 Alasannya!

Ini dia 4 keahlian yang harus dikuasai oleh Konsultan PR agar dapat lihai dalam menjalankan profesinya sehari-hari.

Konsultan PR1. Konsultan PR Harus Tahan Banting

Sesungguhnya keahlian untuk bisa bertahan di lingkungan kerja yang memiliki tekanan kerja tinggi dan keharusan untuk multitasking bisa dibilang keahlian umum. Semua angkatan kerja, tidak peduli apa profesinya, harus mulai membiasakan diri. Istilahnya tahan banting. Lebih-lebih untuk seorang Konsultan PR yang dapat menangani beberapa proyek dalam waktu bersamaan, pastinya memerlukan keahlian untuk dapat multitasking dan fokus. Jujur saja, bila seseorang cinta akan profesinya maka mereka tekanan pekerjaan tidak akan dipandang sebagai beban namun tantangan.

Namun tetap ada garis batas soal tekanan kerja. Yang dimaksud tekanan kerja di sini adalah tekanan yang masih dalam koridor wajar, bukan tekanan yang akan berdampak kepada kesehatan mental atau fisik. Istirahat dan liburan yang cukup tentu merupakan hal yang tak kalah penting, dan batasannya jelas. Ketika bekerja maka pusatkan perhatian untuk pekerjaan, namun ketika sedang tidak dalam kondisi bekerja seorang Konsultan PR berhak menikmati hidup.

Intinya keahlian multitasking dan bekerja dalam tekanan berarti kamu harus memiliki motivasi kuat sehingga tidak menjadi orang yang cengeng dan gampang mengeluh.

Konsultan PR2. Kemampuan Beradaptasi

Setiap makhluk hidup yang kita lihat saat ini bisa selamat karena kemampuan mereka beradaptasi terhadap lingkungan hidup mereka. Dengan beradaptasi mereka bisa kemudian berevolusi dan bertahan hidup. Konsep yang sama diterapkan bagi seorang Konsultan PR. Agar bisa selamat dan memiliki karir yang langgeng maka mereka harus dapat beradaptasi dengan cepat dengan perubahan. Semakin ke sini perubahan berjalan kian cepat dan bila tidak pintar-pintar beradaptasi maka akan ketinggalan.

Adaptasi terhadap tren, bisnis, dan juga cara berkomunikasi. Ingat, tugas seorang Konsultan PR adalah membangun cerita dan menyampaikannya ke publik. Bila mereka tidak bisa beradaptasi dengan perubahan di publik dengan cepat maka cerita yang disampaikan bisa basi, dan cara menyampaikannya pun kuno.

Baca juga: Praktisi Public Relations Jadi Jalan Ninja Millennial Membangun Karir, Ini 4 Bukti Kalau Bekerja Di PR Itu Career Booster

3. International Mindset

Dalam era globalisasi seperti saat ini keahlian pola pikir internasional itu kian penting, apalagi semakin hari permintaan untuk Konsultan PR yang bisa bilingual atau bahkan multilingual semakin bertambah. Banyak klien-klien besar tidak mengeluarkan budget untuk mendapatkan report atau strategi yang disampaikan dalam bahasa lokal namun untuk konten dengan bahasa lokal yang nantinya diterapkan ke dalam konten media sosial, website, blog, atau media komunikasi lainnya.

Jadi ada bedanya ya, antara konten dan juga laporan dan strategi. Ketika konten harus disampaikan dengan bahasa lokal, tapi untuk laporan dan strategi disampaikan dengan bahasa internasional. Maka dari itu setiap Konsultan PR harus menguasai international mindset agar mereka dapat menyampaikan laporan, strategi, dan ide sesuai dengan konteksnya. Disusunnya pun rapi dan dengan bahasa yang menarik.

Konsultan PR4. Keahlian Untuk menciptakan Relasi

Sebuah relasi tidak diciptakan dengan mudah dan cepat, bahkan kerap kali membutuhkan keahlian yang tidak main-main. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi seorang Konsultan PR menguasai keahlian untuk menciptakan relasi dengan pihak manapun. Baik itu pihak klien, media, publik, dan juga komunitas. Dengan fungsi yang krusial, keahlian ini lebih dari sekadar soft skill. Keahlian untuk menciptakan relasi mencerminkan kepercayaan diri dan nilai lebih dari seorang Konsultan PR.

Demikianlah 4 keahlian yang harus dikuasai oleh Konsultan PR agar tidak jadi Konsultan PR yang cengeng. Dengan terus menerus meningkatkan keahlian maka secara tidak langsung para praktisi PR dapat memajukan industri PR agar dapat go international!

Baca juga: Communication Consultant 101 : Cara Jitu Menjaga Hubungan Dengan Media

WordPress Video Lightbox
WeCreativez WhatsApp Support
Our Managing Director is here to answer your questions about how we can support you!
👋 Hi, how can I help?