Komunikasi Krisis

Komunikasi Krisis Tak Bisa Ditangani Secara Asal-asalan, Ikuti 4 Langkah Penting Ini

Komunikasi Krisis – Imogen PR. Pada suatu masa sebuah perusahaan pasti akan berada di titik krisis, suka atau tidak suka. Meskipun bila ditanya pasti tidak ada satu perusahaan yang mau mengalami krisis. Di saat krisis merupakan hal yang wajar dialami perusahaan, tetapi bagaimana komunikasi krisis dilakukan adalah yang membedakan. Sesuatu yang tidak bisa dihindari harus diatasi dengan baik agar tidak membawa dampak buruk terhadap nama perusahaan. Ingin tahu bagaimana kuatnya sebuah krisis dapat mengubah perusahaan? Kira-kira gambarannya seperti ini, sebuah perusahaan namanya bisa jadi terangkat karena krisis namun juga bisa hancur dalam semalam. Jadi ini merupakan momen hidup dan mati bagi perusahaan.

Seorang praktisi PR yang baik tentu sudah harus terlatih mengatasi krisis dengan melakukan komunikasi krisis dengan cepat, efisien, dan tanggap melalui media-media yang tersedia. Dengan begini maka efek dari krisis dapat ditekan seminimal mungkin. Sayangnya pada praktik di lapangan masih banyak praktisi PR yang menangani krisis dengan cara kurang tepat. Jadi bukannya meredakan api tapi justru menuangkan bensin tanpa mereka sadari.

Baca juga: Taksi Express : Crisis Taxi Robbery

Komunikasi KrisisAgar kesalahan-kesalahan dalam menangani krisis tidak terus terulang, Imogen PR akan berbagi sedikit cara komunikasi krisis yang baik dan benar melalui 4 langkah melakukan komunikasi krisis dengan baik. Setidaknya 4 langkah ini dapat menjadi acuan untuk menetapkan komunikasi krisis bila tidak bisa membantu secara sepenuhnya. Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

Komunikasi Krisis1. Langkah Komunikasi Krisis Pertama: Langkah Tanggung Jawab

Saat menghadapi sebuah krisis, jangan sekali-kali menghindar atau menutupi krisis yang tengah terjadi karena itu bisa membuat krisis semakin parah. Sebaliknya segera ambil langkah untuk bertanggung jawab atas krisis  yang terjadi, meskipun investigasi masih dilakukan untuk mengetahui apa yang benar-benar terjadi. Ini bisa jadi nilai plus di mata publik karena perusahaan melakukan langkah positif. Ketimbang beradu argumentasi dengan publik, ada baiknya komunikasi krisis yang diambil adalah dengan menjawab semua pertanyaan dan keresahan publik terhadap krisis yang terjadi. Jangan lupa sebarkan rilis pers yang menerangkan bahwa perusahaan sedang menangani krisis yang terjadi.

2. Pegang Teguh Asas Transparan, proaktif, dan Dapat Dipercaya

Di jaman yang sudah serba digital dimana informasi bisa menyebar dengan cepat, sikap dari manajemen perusahaan merupakan hal yang penting dalam menangani krisis. Ketika terjadi krisis ada baiknya praktisi PR yang mewakili perusahaan memegang asas transparan, proaktif, dan juga dapat dipercaya agar publik tidak menghakimi tetapi mencoba untuk mengerti. Jangan lupa lakukan investigasi segera setelah krisis terjadi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana cara menanganinya.

Bila membutuhkan pihak otoritas pemerintahan atau pihak ketiga untuk melakukan investigasi maka lakukan secara profesional sampai apa permasalahan yang menyebabkan krisis dapat diidentifikasi.

Baca juga: TRAKINDO: Global Operator Challenge

Komunikasi Krisis3. Gunakan Nilai Humanisme

Kita berada di era dimana semuanya harus memiliki nilai humanisme agar publik mau memahami apa yang terjadi dan menaruh simpati di kala krisis. Ini merupakan strategi komunikasi krisis yang banyak terlupa oleh para praktisi public relations. Mengucapkan bahwa krisis akan diinvestigasi secara mendalam tidak akan membuat publik menaruh simpati, tetapi mengungkapkan kesedihan atau kekecewaan yang mendalam atas krisis yang terjadi akan dengan mudah membuat publik berada di posisi perusahaan dan memandang krisis dari kacamata perusahaan.

Pandangan publik terhadap sebuah perusahaan harus diubah saat masa krisis. Perusahaan bukan sebuah mesin yang berjarak dari publik melainkan bagian dari publik yang juga memiliki simpati dan dapat melakukan kesalahan. Dengan begini komunikasi krisis akan berjalan mulus.

4. Selalu Awali Dengan Permintaan Maaf

Terlepas dari bola kesalahan ada di pihak mana, permintaan maaf tetap harus jadi hal utama yang diutarakan oleh perusahaan ketika terjadi krisis. Ini merupakan sebuah gestur baik dari perusahaan terhadap publik yang mungkin dirugikan dengan adanya ribut-ribut yang terjadi akibat krisis. Namun setelah permintaan maaf jangan lupa untuk segera ambil tindakan untuk mengusut tuntas apa yang terjadi. Selama perjalanan ini tetap libatkan publik agar mereka tahu bahwa perusahaan telah mengambil tindakan terbaik sesuai dengan kapasitasnya.

Itu dia 4 langkah penting dalam melakukan komunikasi krisis agar perusahaan tidak tenggelam dalam arus negatif ketika terjadi krisis, untuk informasi lainnya jangan lupa untuk menyimak artikel-artikel lain dari Imogen PR.

Baca juga: Crisis Handling In Bank Sumatera Utara

WordPress Video Lightbox
WeCreativez WhatsApp Support
Our Managing Director is here to answer your questions about how we can support you!
👋 Hi, how can I help?